Dalam rangka Kampanye Vaksinasi Campak dan Polio, 18 Oktober – 18 November 2011, di Puskesmas Kertahayu, Kabupaten Ciamis, sebagai tenaga kesehatan, sebagai pelaksana dan penanggung jawab, kita wajib mewaspadai adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI.

Apa itu KIPI?
KIPI adalah semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam masa 1 bulan setelah imunisasi. Pada keadaan tertentu lama pengamatan KIPI dapat mencapai masa 42 hari (arthritis kronik pasca vaksinasi rubella), atau bahkan 42 hari (infeksi virus campak vaccine-strain pada pasien imunodefisiensi pasca vaksinasi campak, dan polio paralitik serta infeksi virus polio vaccine-strain pada resipien non imunodefisiensi atau resipien imunodefisiensi pasca vaksinasi polio)

Untuk menentukan KIPI diperlukan keterangan mengenai:

  • besar frekuensi kejadian KIPI pada pemberian vaksin tertentu
  • sifat kelainan tersebut lokal atau sistemik
  • derajat sakit resipien
  • apakah penyebab dapat dipastikan, diduga, atau tidak terbukti
  • apakah dapat disimpulkan bahwa KIPI berhubungan dengan vaksin, kesalahan produksi, atau kesalahan prosedur
5 kelompok faktor etiologi  
  1. Kesalahan program/teknik pelaksanaan (programmic errors)
  2. Reaksi suntikan
  3. Induksi vaksin (reaksi vaksin)
  4. Faktor kebetulan (koinsiden)
  5. Penyebab tidak diketahui
Kesalahan program/teknik pelaksanaan (programmic errors)
  • Dosis antigen (terlalu banyak)
  • Lokasi dan cara menyuntik
  • Sterilisasi semprit dan jarum suntik
  • Jarum bekas pakai
  • Tindakan aseptik dan antiseptik
  • Kontaminasi vaksin dan perlatan suntik
  • Penyimpanan vaksin
  • Pemakaian sisa vaksin
  • Jenis dan jumlah pelarut vaksin
  • Tidak memperhatikan petunjuk produsen
*Kecurigaan terhadap kesalahan tata laksana perlu diperhatikan apabila terdapat kecenderungan kasus KIPI berulang pada petugas yang sama
Reaksi suntikan
  • Semua gejala klinis yang terjadi akibat trauma tusuk jarum suntik baik langsung maupun tidak langsung harus dicatat sebagai reaksi KIPI.
  • Reaksi suntikan langsung : rasa sakit, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan,
  • Reaksi suntikan tidak langsung : rasa takut, pusing, mual, sampai sinkope.
Induksi vaksin (reaksi vaksin)
  • Gejala KIPI yang disebabkan induksi vaksin umumnya sudah dapat diprediksi terlebih dahulu karena merupakan reaksi simpang vaksin dan secara klinis biasanya ringan.
  • Dapat terjadi gejala klinis hebat seperti reaksi anafilaksis sistemik dengan resiko kematian.
  • Reaksi simpang ini sudah teridentifikasi dengan baik dan tercantum dalam petunjuk pemakaian tertulis oleh produsen sebagai indikasi kontra, indikasi khusus, perhatian khusus, atau berbagai tindakan dan perhatian spesifik lainnya termasuk kemungkinan interaksi obat atau vaksin lain.Petunjuk ini harus diperhatikan dan ditanggapi dengan baik oleh pelaksana imunisasi
Faktor kebetulan (koinsiden)
Indicator faktor kebetulan ini ditandai dengan ditemukannya kejadian yang sama disaat bersamaan pada kelompok populasi setempat dengan karakterisitik serupa tetapi tidak mendapatkan imunisas
Penyebab tidak diketahui
Bila kejadian atau masalah yang dilaporkan belum dapat dikelompokkan kedalam salah satu penyebab maka untuk sementara dimasukkan kedalam kelompok ini sambil menunggu informasi lebih lanjut. Biasanya dengan kelengkapan informasi tersebut akan dapat ditentukan kelompok penyebab KIPI.
Gejala Klinis KIPI
Gejala klinis KIPI dapat timbul secara cepat maupun lambat dan dapat dibagi menjadi gejala lokal, sistemik, reaksi susunan saraf pusat, serta reaksi lainnya. Pada umumnya makin cepat KIPI terjadi makin cepat gejalanya
Lokal :
  • Abses pada tempat suntikan
  • Limfadenitis
  • Reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis, BCG-itis
Sistem Saraf Pusat :
  • Kelumpuhan akut
  • Ensefalopati
  • Ensefalitis
  • Meningitis
  • Kejang
Lain-lain :
  • •   Reaksi alergi: urtikaria, dermatitis, edema
  • •   Reaksi anafilaksis
  • Syok anafilaksis
  • Artralgia
  • Demam tinggi >38,5°C
  • Episode hipotensif-hiporesponsif
  • Osteomielitis
  • Menangis menjerit yang terus menerus (3jam)
  • Sindrom syok septik
Mengingat tidak ada satupun jenis vaksin yang aman tanpa efek samping, maka apabila seorang anak telah mendapatkan imunisasi perlu diobsevasi beberapa saat, sehingga dipastikan tidak terjadi KIPI (reaksi cepat). Berapa lama observasi sebenarnya sulit ditentukan, tetapi pada umumnya setelah pemberian setiap jenis imunisasi harus dilakukan observasi selama 15 menit.
Untuk menghindari kerancuan maka gejala klinis yang dianggap sebagai KIPI dibatasi dalam jangka waktu tertentu timbulnya gejala klinis.
KIPI Vaksinasi Campak
  • Syok anafilaksis — 4 jam
  • Ensefalopati — 5-15 hari
  • Trombositopenia — 7-30 hari
  • Klinis campak pada resipien imunokompromais — 6 bulan
  • Komplikasi akut termasuk kecacatan dan kematian — tidak tercatat
KIPI Vaksinasi Polio hidup (OPV)
  • Polio paralisis — 30 hari
  • Polio paralisis pada resipien imunokompromais — 6 bulan
  • Komplikasi akut termasuk kecacatan dan kematian — tidak tercatat
Angka Kejadian KIPI
KIPI yang paling serius terjadi pada anak adalah reaksi anafilaksis. Angka kejadian reaksi anafilaktoid diperkirakan 2 dalam 100.000 dosis DPT, tetapi yang benar-benar reaksi anafilaksis hanya 1-3 kasus diantara 1 juta dosis. Anak yang lebih besar dan orang dewasa lebih banyak mengalami sinkope, segera atau lambat. Episode hipotonik/hiporesponsif juga tidak jarang terjadi, secara umum dapat terjadi 4-24 jam setelah imunisasi.

Bersambung …