Kesadaran adalah istilah yang digunakan untuk berbagai aspek hubungan antara pikiran dan dunia dimana ia berinteraksi. Seperti subjekif; kewaspadaan; kemampuan merasakan; keterjagaan; memiliki rasa selfhood; atau sistem kontrol pikiran. Kesadaran dapat dinilai secara kuantitas, lain dengan fungsi luhur yang merupakan nilai kualitatif kesadaran seseorang. Derajat kesadaran secara kuantitas dapat dinilai yaitu dengan menggunakan Glasgow Coma Scale.
Glasgow Coma Scale (GCS) adalah skala yang menilai tiga fungsi , yaitu mata (E=eyes), verbal (V), dan gerak motorik (M). Ketiga fungsi masing-masing dinilai dan pada akhirnya dijumlahkan dan hasilnya merupakan derajat kesadaran. Semakin tinggi nilai menunjukkan semakin baik nilai kesadaran. Nilai terendah adalah 3 (koma dalam atau meninggal), dan yang tertinggi adalah nilai 15 (kesadaran penuh).

Respon Mata (Eyes)

1. Tidak dapat membuka mata
2. Mata membuka dengan rangsang nyeri. Biasanya rangsang nyeri pada dasar kuku-kuku jari; atau tekanan pada supraorbita, atau tulang dada, atau tulang iga
3. Mata membuka dengan rangsang suara. (jangan keliru dengan pasien yang baru terbangun dari tidur, pasien seperti demikian mendapat nilai 4 bukan 3)
4. Mata membuka spontan

Respon Verbal (V)

1. Tidak ada respon suara
2. Suara-suara tak berarti (mengerang/mengeluh dan tidak berbentuk kata-kata)
3. Kata-kata tidak berhubungan (Berkata-kata acak atau berseru-seru, namun tidak sesuai percakapan
4. Bingung atau disorientasi (pasien merespon pertanyaan tapi terdapat kebingungan dan disorientasi)
5. Orientasi baik (pasien merespon dengan baik dan benar terhadap pernyataan, seperti nama, umur, posisi sekarang dimana dan mengapa, bulan, tahun, dsb)

Respon Motorik (M)

1. Tidak ada respon gerakan
2. Ekstensi terhadap rangsang nyeri (abduksi jari tangan, bahu rotasi interna, pronasi lengan bawah,ekstensi pergelangan tangan)
3. Fleksi abnormal terhadap rangsang nyeri (adduksi jari-jari tangan, bahu rotasi interna, pronasi lengan bawah, flexi pergelangan tangan)
4. Flexi/penarikan terhadap rangsang nyeri (fleksi siku, supinasi lengan bawah, fleksi pergelangan tangan saat ditekan daerah supraorbita; menarik bagian tubuh saat dasar kuku ditekan)
5. Dapat melokalisasi nyeri (gerakan terarah dan bertujuan ke arah rangsang nyeri; misal tangan menyilang dan mengarah ke atas klavikula saat area supraorbita ditekan
6. Dapat bergerak mengikuti perintah (melakukan gerakan sederhana seperti yang diminta)

Interpretasi

Nilai masing-masing elemen dan jumlah keseluruhan sangatlah penting, sehingga nilai ditulis dalam bentuk, misalnya “GCS 9 = E2 V4 M3 pada 07:35”.
Secara umum, cedera otak diklasifikasikan sebagai berikut :
• Berat, dengan GCS ≤ 8
• Sedang, GCS 9 – 12
• Ringan, GCS ≥ 13.

Intubasi trakea dan pembengkakan atau kerusakan wajah/mata yang berat membuat penilaian verbal dan mata menjadi sulit. Pada kasus seperti ini, nilai adalah 1 dengan tambahan keterangan, misalnya ‘E1c’ dimana ‘c’= closed/tertutup, atau ‘V1t’ dimana ‘t’ = tube. Sebaliknya dapat juga ditulis GCS 5ct, hal ini berarti, mata tertutup karena pembengkakak=1, intubasi=1, dan sisanya nilai motot=3 (misal pasien dengan fleksi abnormal). Sering juga ditulis tanpa nilai 1, sehingga ditulis Ec atau Vt.
GCS tidak sesuai digunakan pada anak, terutama di bawah usia 36 bulan (dimana kemampuan verbal sulit dinilai). Sehingga untuk anak terdapat Pediatric Glasgow Coma Scale, dengan penilaian yang hampir sama, namun disesuaikan dengan pertumbuhan anak yang lebih kecil.