Capek juga mata saya abis baca Twilight sama New Moon nonstop selama seminggu di sela-sela bejubelnya kegiatan saya. Ngebut bacanya karna udah ketinggalan kereta. Orang-orang dah pada tamat kali baca empat-empatnya novel seri karya Stephenie Meyer itu. Saya baru tergerak untuk baca, karena temen-temen di facebook pada sibuk nonton nyumun ini pas filmnya baru keluar….as always…mending baca novelnya dulu dah sebelum nonton filmnya. Just need to know d real version from d author…kalo film biasanya mah dah gak asli lagi, dah ada campur tangan sutradara di dalamnya.

Mau terusin baca ke Eclipse…rasanya agak jengah juga. Harus ada penyegaran otak dulu biar gak bosen berurusan sama vampir n werewolf ini. Jadi..nge-resume dua buku pertamanya aja dulu dah…refreshing.

Twiligt. Atau dalam Bahasa Indonesia berarti senja. Sebuah novel romantis sebenarnya, hanya lain dari novel-novel romantis lainnya dilihat dari siapa –atau apa– sebenarnya si tokoh dalam cerita. Isabella Swan sang “Aku” menceritakan seluruh isi novel dari sudut pandang matanya. Seorang gadis 17 tahun yang memulai hari-hari pertamanya sebagai siswa baru di Forks High School.

Seperti cerita-cerita lain yang mengisahkan anak baru di suatu sekolah, Bella (panggilan Isabella) pun mengalami yang namanya dipandangi seluruh anak sekolah, didekati sama cowok baru, mendapat teman baru dan hal-hal biasa lainnya, kecuali ia mendapati sekelompok siswa yang lain dari yang lain. Sekelompok siswa yang terdiri dari tiga cowok dan dua cewek yang jelas berbeda dari siswa lain, karena tampang mereka yang kelewat jauh lebih tampan dan jauh lebih cantik daripada siswa lainnya, meskipun juga berwarna kulit jauh lebih pucat dan sama-sama memiliki lingkaran ungu gelap di bawah mata mereka dibanding siswa lainnya. Mereka Edward, Emmet, Jesper, Rosalie, dan Alice. Dan tentu saja ada yang paling tampan di antara ketiga cowok itu yang menarik perhatian Bella (novel gitu loh), dialah yang bernama Edward.
Tentu saja, diceritakanlah bahwa Edward adalah cinta pertama Bella, dan Bella adalah cinta pertama Edward. Jadi sebagian besar novel ini akan menceritakan bagaimana kisah cinta yang dialami sepasang remaja yang sama-sama menemukan cinta pertamanya. Bisa Anda bayangkan ceritanya. Selalu ingin berdua, mengumbar cinta, tak bisa hidup tanpamu, dan hal-hal semacam itu. (cinta pertama gitu loh :p). Dan novelnya akan datar-datar saja, seandainya mereka berdua adalah manusia biasa. Yup, novel ini berbeda karena kenyataannya Bella mencintai Edward, yang tidak lain dan tidak bukan adalah seorang vampir.

Novelnya sendiri tidak menyuguhkan pertempuran-pertempuran hebat atau ketegangan-ketegangan vampir yang menghisap darah manusia. Novel ini lebih mengajak kita ke kisah cinta terlarang antara manusia dan vampir, dimana si vampir harus menahan diri setiap berdekatan dengan kekasihhnya untuk tidak menghisap darah kekasihnya. Mengajak kita untuk lebih menyelami dunia vampir, bahwa diceritakan ada juga vampir yang berusaha jadi vampir yang baik, tidak meminum darah manusia, hanya darah hewan (vegetarian, mereka menyebut diri mereka sendiri). Ada juga sih sedikit-sedikit pertarungan, tapi pengarang tampaknya tidak memfokuskan pada jalannya pertarungan yang dilakoni vampir, tapi lebih pada kisah perjalanan hidup si vampir yang lain dari vampir lainnya. Juga kisah cintanya yang dominan di dalam novel ini. Kalau Anda agak-agak muak dengan kisah cinta anak muda [cinta pertama pula], maka mungkin akan mual bacanya..hehe….karena Bella mencintai Edward dan sebaliknya bagai kisah cinta Romeo dan Juliet….see??

Jadilah saya bilang ini kisah romantis sebetulnya, hanya antara manusia dan vampir. Asyik juga bacanya karena bisa lebih tau dunia vampir [yang berbeda dengan versi hollywood, vampir dengan salib, bawang putih, dan peti tidurnya😦 plis deh] yang hidup bersebelahan dengan dunia manusia, ganteng-ganteng pula ^^. Sama seperti novel Harry Potter yang menyuguhkan kehidupan dunia penyihir yang lain daripada dunia penyihir yang selama ini terpatri di dongeng-dongeng klasik. [tapi buat saya pribadi, lebih asik Harry Potter…belum ada yang ngalahin keasikan imajinasi saya kalo lagi baca Harpot ini😉, hey lagi bahas twilight nih!)

nah begitulah… novel yang penuh cinta khas remaja (kecuali antara manusia dan vampir…itu tidak khas), dibawah pengawasan orang tua tunggalnya (seperti biasa, kenapa harus selalu orang tua tunggal ya?). Konflik klimaks adalah saat vampir yang tidak ‘vegetarian’ hendak memangsa Bella, dan keluarga vampir vegetarian yang berusaha menyelamatkannya. Dan akhirnya, cinta terlarang yang berbahaya pun dipertanyakan kelangsungannya…

Cerita berlanjut ke New Moon (dua cinta). Dari judulnya saja sudah bisa ditebak (sayang, kenapa gak buat judul yang tidak terlalu menunjukkan inti cerita, jadi gak penasaran), bahwa akan ada dua cinta. Namun masih ada penasaran yang tersisa, siapa yang menduakan cinta? Edward atau Bella?

Nah di novel lanjutan dari Twilight ini, diceritakan kalau cinta terlarang Edward dan Bella menemui jalan buntu, dan demi keselamatan Bella (setidaknya itu pendapat Edward) Edward harus meninggalkan Forks. Dan keluarganya. Singkat cerita, Anda dapat membayangkan cerita hancur leburnya perasaan Bella yang sedang dimabuk cinta, tapi ditinggalkan begitu saja, begitu tiba-tiba. “Nantinya seakan-akan aku tidak pernah ada” kata Edward….gak sopan! :p napsu mode on.

Jadilah seperti itu, novel kedua Stephenie Meyer itu bercerita tentang hancur leburnya hati Bella. Hari-hari Bella yang dipenuhi kehampaan dengan rongga hitam menyesakkan yang besar di dadanya. Dan di waktu yang tepat, kehadiran seorang kawan lama, Jacob Black, benar-benar bisa memperbaiki keadaan. Jacob bisa membuat Bella tertawa riang dan bangkit dari keterpurukannya. Bella benar-benar menemukan sahabat sejati tempat berkeluh kesah masalah Edward, meskipun Jacob berharap lebih dari sekedar sahabat. Di situlah, konflik batin dialami Bella, Edward yang sangat dicintainya namun meninggalkannya, atau Jacob yang sangat menyenangkan yang mengembalikan hati kosongnnya terisi kembali dan selalu ada di sisinya sekarang. Satu masalah lagi, Edward yang sangat dicintainya namun seorang vampir, atau Jacob yang selalu ada di sisinya yang manusia, setidaknya pada awalnya, karena kemudian diketahui bahwa Jacob adalah seorang werewolf. Bingung bukan? memilih dua manusia aja sulit, apalagi memilih vampir atau werewolf? Apalagi vampir dan werewolf alias serigala jadi-jadian ini musuh bubuyutan sejak jaman prasejarah. nah lho…

Dan novel ini lah bercerita tentang konflik batin Bella tersebut. Sekali lagi, tidak ada pertarungan, tidak ada pertempuran fisik. Yang ada hanya pertempuran batin, dan sedikit ketegangan saat Edward hendak meminta vampir lain menghabisinya (karena vampir gak bisa bunuh diri) karena berpikir Bella sudah mati. Dan akhirnya dua cinta sejati ini dipertemukan di bawah keadaan bahaya, di bawah ancaman kematian oleh vampir-vampir yang jauh lebih kuat dan bukan ‘vegetarian’. Tapi sekali lagi, tidak ada pertempuran.

Sebenarnya agak sedikit sebel sama ini Isabella, karena dia pergi begitu saja (meskipun alasannya adalah karena nyawa Edward dipertaruhkan) meninggalkan Jacob yang begitu mencintainya dan mati-matian berusaha mengendalikan ke-wer
ewolf-annya demi Bella, demi Edward yang kemana aja selama ini? (hehe..Jacob fansclub nih jadinya).

Ya, di akhir novel New Moon ini, Edward dan keluarganya kembali ke Forks dan tentu saja memaksa Jacob untuk jauh dari Bella. Dan pemikiran Bella untuk menjadi vampir, demi untuk terus bersama Edward.

Cukup menarik untuk membaca kelanjutan rasa bersalah Bella terhadap Jacob, gimana selanjutnya nasib Jacob, akankah ada benturan antara vampir [cintanya] dan werewolf [teman tapi mesranya]. Mungkin akan ada di novel ketiga dari novel serial ini, Eclipse. Ready for the next, then😉