Opera van Java (OVJ). Tayangan komedi bernuansa budaya wayang orang, yang dipimpin seorang dalang [Parto Patrio] yang membacakan skenario cerita didampingi dua orang sinden (dulu satu, cuma Rina doang, sekarang ditambah sama Dewi Gita). Skenario cerita divisualisasikan oleh beberapa orang yang bertindak sebagai wayang. Yang setiap episode ada yaitu Sule, Andre Stinky, Aziz gagap, dan Nunung Srimulat. Kalau dulu sering ada Olga nya, sekarang agak sering muncul Mpok Nori, ditambah beberapa bintang tamu bergantian tiap episode.
01
Mereka memerankan tokoh yang sesuai dengan cerita yang dibawakan sang dalang. kadang cerita pewayangan, kadang cerita legenda daerah, kadang cerita legenda internasional, kadang tokoh-tokoh kartun tertentu seperti tokoh kartun Shinchan.
Rating Oper van Java yang disiarkan di salah satu tv swasta nasional ini lagi tinggi nih kayaknya, dilihat dari antrian commercial break yang panjang, jadwal tayang hampir setiap hari (senin-jumat), bahkan di bulan Ramadhan ini disiarkan live saat sahur setiap hari mulai pukul 02.30 WIB. Bahkan facebook menjelang pukul 20.00 banyak kawan-kawan saya mengisi status yang isinya intinya “stop facebook-an, mau nonton OVJ dulu”.
U know what? its one of my favourite tv show!! Pertama kali liat tayangannya saya tertawa terbahak-bahak melihat spontanitas dan improvisasi Sule, dkk yang segar dan lucu. Azis dan Olga yang sering jadi pelengkap penderita, pemanfaatan properties panggung yang akhirnya suka menciptakan cerita yang ngaler ngidul dari naskah cerita sang Dalang. Wah, I love the show! Sudah jarang saya tertawa lepas akibat rutinitas yang padat dan itu-itu saja. saya pikir thanx God ada acara ini, bisa ketawa dulu sebentar.
Tapi..lama kelamaan kok ya ada yang mengganggu ya?! mungkin sebelumnya saya tidak begitu memperhatikan karena tidak menontonnya setiap hari. tapi di bulan Ramadhan ini, dengan seringnya makan bersama keluarga saat buka puasa dan kebersamaan sering memanjang sampai tiba jam tayang OVJ, bahkan sahur pun jarang terlewat nonton acara ini, semakin sering saya memperhatikan tingkah Sule, dkk. ini.
semakin hari semakin jelas, semakin sering aksi pukul-pukulan yang dilancarkan para pemain, terutama Sule, Azia, Andre, dan Parto. Meskipun memang jelas mereka saling pukul dengan styrofoam yang ringan dan tidak menyakitkan, tapi tingkah laku mereka rasanya sudah kelewat batas deh. mereka saling memukul lawan main, parahnya hampir selalu mengarah ke kepala. kemudian saling balas. dan dilakukan terlihat saat memukul mereka mengeluarkan segenap tenaganya. yang awalnya ketawa-ketawa, saya jadi risih sendiri saat menonton acara ini bersama mertua, apalagi bersama anak saya yang masih kecil. mungkin kalau aksi pura-pura jatuh, atau terdorong sih masih lucu, tapi saat aksi pukul-pukulan sungguh bukan tontonan yang baik, sekalipun bukan anak-anak yang menonton.
mungkin sebagian ada yang berkomentar, “ini kan bukan acara anak-anak, ya jangan nonton sama anak kecil!”, tapi dengan jam tayang pukul delapan malam apalagi pas sahur, saya kira adalah waktu yang sering digunakan untuk berkumpul keluarga.
memang paling baik ya ganti channel saja ke program lain, tapi saya hanya menyayangkan acara yang begitu saya gemari, begitu banyak pula orang lain yang menggemarinya tapi bernuansa kekerasan dan penindasan alias bullying. kekerasan yang dibalut dalam komedi tetap saja adalah kekerasan, dan tidak ada yang bisa menjamin kelakuan para artis pendukung ini tidak akan diikuti oleh anak-anak.
saya pikir, tanpa kekerasan pun acara ini akan tetap lucu, tetap menarik dengan guyon-guyon segar, ide-ide segar dari para pemain. Dan alangkah lebih baik jika acara ini tidak mengorbankan nasib moral anak-anak di masa depan.

tulisan ini adalah tulisan dari seorang penggemar Opera van Java. Semoga kita semua menuju ke arah yang lebih baik dan bisa membawa kebaikan bagi orang lain.