jadi pengen cerita pengalaman ATLS nih…

saya dapet kursi (biar kayak pejabat) training ATLS di Hotel Accram Cipayung Puncak, yang diadakan oleh RSUD Ciawi, Bogor. tepatnya tanggal 19-21 Juni 2009.

karena di puncak, karena di hotel, jadilah hampir seluruh peserta berdomisili sementara di hotel tersebut. sudah diakomodir panitia tentunya, karena kalo p.p. pas weekend di Puncak? oh no…ga jelas kapan nyampe ke hotel kapan pulangnya mungkin. tapi justru dengan kami semua yang bagai diasramakan, jadi semakin seru, semakin terasa kekeluargaannya, semakin terasa suasana trainingnya.

daftar ATLS ini dari bulan April 2009. dengan biaya yang harus lunas di awal Mei. Oh My God…mahal banget lagi [hihi, buat saya mah 4 jutjut mahal banget tuh, bisa buat beli susu Zahra buat 3 tahun. hohoho]. ya sudah, kumpul sana kumpul sini, minta sana minta sini [minta suami maksudnya ^o^], lunas!!!! Plus akomodasi lagi 500 rebu karena mau nginep di Puncak aja daripada p.p. entah kemana.

Buku panduan ATLS nya dah didapat kurleb sebulan sebelum training. Idealnya buku tersebut harus habis terbaca sebelum training, karena kuliahnya nanti bersifat interaktif. kalo gak baca dulu dijamin bengong, ketinggalan, dan dapet malu, karena lumayan ditanya-tanya terus sepanjang kuliah. banyak TS yang sudah membaca, tapi tampaknya lebih banyak lagi yang belum komplit deh bacanya kalo dilihat dari situasi kuliah kemaren. hehehe…setidaknya ada temen bengong. Ups…jangan dicontoh ya teman-teman. Beneran lho, aslinya kita harus baca dulu supaya nyambung dan enak dan gak perlu begadang sebelum ujian buat khatam buku ATLS. cuma mungkin TS pada sibuk kali ya. hohoho

Pun, sebulan sebelumnya kita sudah dapat soal-soal pre-test. 40 soal, hampir semua adalah contoh kasus. semua dalam bahasa Inggris, yang tampak membingungkan, yang kalau diterjemahkan sebenarnya semua jawaban sudah jelas tertera di buku. maka luangkan waktu anda untuk membaca, dan mentranslate buat yg kurang2 paham bahasa sono. jawaban pretest dikumpul saat daftar ulang.

seperti yang TS semua ketahui, ATLS alias Advance Trauma Life Support, ya berarti kita di sana dilatih mengenai tatacara yang cepat dan tepat untuk menangani kasus-kasus trauma, terutama yang life-threatening. pokoknya dari awal sampe akhir, ga lepas telinga kita dari istilah ABCDE. Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure. ABCDE dan ABCDE lagi. semua jenis trauma ya ABCDE. yang saya tangkap dari semua ini mungkin adalah supaya pola pikir kita terbentuk otomatis dengan ABCDE ini. jadi kalo ketemu kasusnya, tanpa pikir panjang, ya ABCDE itu. tuh kan ABCDE lagi, dan ABCDE terus.

Untuk periode kali ini kami semua peserta berjumlah 34 orang dokter umum dengan 4 orang observer (dokter umum juga, very very fresh graduate kayaknya). Yang paling saya senangi di training ini adalah banyaknya skill station…jadi kita bisa lihat langsung alat-alatnya [yang banyak juga baru saya lihat, kemana aja bu?], lihat langsung peragaannya, dan bisa coba langsung memperagakannya. Seru nih dibanding kuliah doang mah. apalagi kalau instrukturnya semangat. kita jadi tambaahhhhh semangat.

yang paling seru, sekaligus paling menyedihkan, memilukan, mengerikan, adalah waktu pelatihan pasang chest tube, needle chest decompression, cricothyroidotomy, needle cricothyroidotomy, vena cut down, dan diagnostik peritoneal lavage, yang probandus nya bukan lagi manequin, tapi yang tercinta kambing-kambing ku tersayang [hiks, saking merasa bersalahnya (v.v)]. kasian banget tuh kambing, di anestesi total sebenarnya, tapi seringkali mereka kembali terbangun kesakitan dan terpaksa diinjeksi lagi supaya ga sakit. wahai para kambing, semoga kalian ridho menjadi jalan kami para manusia untuk mencapai ilmu pengetahuan. semoga pengorbanan kalian menjadikan kami dokter-dokter yang mampu melaksanakan apa yang sudah kami pelajari untuk kemanusiaan. huhuhu… masih sediihhh….

begitulah, berkat kambing-kambing itu [sebenarnya tentu saja berkat instruktur-instruktur yang huebat ngajarinnya, maaf ya para instruktur, abis sedih terus inget mukanya si kambing yang merem-melek], kita jadi bisa dan berani pasang chest tube, dll, yang selama ini cuma saya lihat dikerjakan oleh resident atau supervisor. makasih para instruktur….dan para kambing.

setelah kuliah dan skill station 2 hari, hari minggu ujian nih. karena kami semua satu hotel, kami semua saling tau sabtu malam itu semua orang begadang, baca buku, latihan akting sebagai dokter yang tiba2 kedatangan korban kecelakaan, latihan pasang endotracheal tube, dll. suasana tegang. dan tampaknya kalau diperiksa darah, semua peserta sudah keracunan kafein. saking setiap break dan waktu makan kami minum kopi supaya ga ngantuk. bisa 5 gelas sehari tuh. berlebihan ya….abis gimana lagi, rasanya lemes dan capek terus ikut training ini. buat TS yang mau ikutan, jaga kondisi badannya yaaaa.

Hari minggu, ujian teori 40 soal dengan bahasa Inggris, dan ujian initial assesment terhadap korban trauma manusia beneran [akting tuh semua korbannya, saking hebat aktingnya, kalah tuhh semua pemain sinetron yang cuma bisa teriak-teriak marah-marah doang]. saya dapat ujian korban yang terkena luka tusuk setelah berantem di bar. jadi abang-abang pemeran korban itu luka berdarah-darah (harusnya sih katanya si abang harus disiram bir supaya kita kenal baunya dan menduga apa yang terjadi, tapi waktu itu ga bisa dilakukan, ga tau alasannya, lupa beli bir nya atau karena haram kali ya ^-^). nah di ujian ini lah kita aplikasikan semua ilmu yang didapet 2 hari ini. dari mulai standard precautions sampai semua tentang ABCDE tadi.

Tegang sih pas nunggu dipanggil untuk ujian initial assesment, tapi pas pelaksanaannya tidak setegang yang dibayangkan kok. paling awal masuknya aja. pas kita bicara, semua mengalir bagai air. cuma airnya kadang kesumbat sih, macet, dipancing-pancing sama penguji, ngalir lagiiiii. gitu deh…penguji juga gak terlalu fanatik banget kita harus betul dari A sampai Z. atau kebetulan saya dapat penguji yang baik ya???? hihi. pokoknya yang saya rasakan sih, tidak setegang yang dibayangkan.

untuk ujian tulis. nilai harus di atas 80. berarti cuma boleh salah 8 soal. alias harus betul 32 soal. di bawah 80, maka kita harus remedial, dan kalau di bawah 35, maka kita dikirim dengan hormat kembali ke rumah dan dengan hormat pula dipersilahkan ikut ujian lagi pada periode ATLS berikutnya. maka dengan bangga saya umumkan bahwa seluruh peserta periode ATLS (dikurangi observer) ini menjalani REMEDIAL. hahaha…memalukan sebenarnya, ga ada yang dapat nilai 80. paling tinggi cuma 72,5 kalau tidak salah. wah wah..maka dengan sukarela kami pun semua remedial. jadi tambah lama ni pulangnya.

Tapi syukurlah, yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah kami semua berremedial ria, tak lama kemudian kami semua dinyatakan lulus ATLS. Horeeeeeeeee…Alhamdulillah. gak sia-sia semua kecapekan dan kepusingan 3 hari ini, tak sia-sia pengorbanan si kambing. semoga semua instruktur juga merasa tidak sia-sia mengajar kami yang remedial semua ini ^-^. kalau boleh dibilang sih, TS mau ikut ATLS?, jangan khawatir, lulus kok. hehehehehe

sekian, terima kasiiiihhhhhh