• Penyakit inflamasi kronik, poliartikuler, dan simetris.
  • Predileksi : sendi kecil proksimal, namun dapat juga sendi perifer lainnya
  • 3x lebih sering pada wanita dari laki-laki, terutama usia pertengahan

Manifestasi klinis :

  • Kronik, simetris, poliartritis. Poliartritis sering mengakibatkan deformitas
  • Onset lambat, berminggu2-bulan2
  • Gambaran inflamasi :
  1. Sendi bengkak, nyeri, agak hangat, dan kaku
  2. Cairan sendi keruh dan peningkatan leukosit (+)
  3. Pts sering mengalami kaku sendi pagi hari. Dapat mengalami fatigue, anemia, peny. Kronik, demam, vaskulitis, perikarditis, dan miokarditis.
  • Keterlibatan sendi :
  1. Mulai dari 1 at 2 sendi, tp beragam berkembang dapat mengenai 20 atau lebih sendi. Hampir simetris
  2. Awal biasa mengenai sendi metakarpopalangeal, interpalangeal proksimal, pergelangan tangan, dan sendi metatarsopalangeal, baik sendiri2 maupun kombinasi
  • Gambaran proliferasi/erosi
  1. Jaringan sendi menebal, massa basah disebut pannus. Pannus dapat mengenai kartilago sendi sampai ke tulang perlekatan
  2. Deformitas sendi
  3. akibat kerusakan ligament, tendon, dan kapsul sendi

DIAGNOSIS

  • Arthritis : menyingkirkan tendinitis, bursitis, dll
  • Rheumatoid : menyingkirkan OA, arthritis traumatic
  • Poliartritis menyingkirkan spondiloartropati
  • Pannus : massa jaringan rubbery di sekitar sendi yang dapat diraba
  • RF tes : 1-2% populasi normal memiliki RF (+), sebaliknya 15% pts RA seronegatif RF
  • Rontgen : erosi yang khas di sekitar tepian sendi

TERAPI RA RINGAN

  • NSAID. Terapi inisial NSAID lebih baik dari salisilat, karena lebih butuh sedikit tablet per hari. Harus diberi penuh dosis-antiinflamasi.
  1. Ibuprofen 3200 mg/hr, dlm dosis terbagi atau
  2. Naproxen 1000 mg/hr, dlm dosis terbagi atau
  3. Celecoxib 200 mg/hr, dlm dosis terbagi, atau
  4. Piroxicam (aksi jangka panjang) dosis tunggal 20 mg, atau 10 mg bid
  • Selective COX-2 Inhibitor, efikasi sama dengan NSAID tapi efek samping thd gastroduodenal lebih rendah, direkomendasikan untuk pts dgn riw. Peptic ulcer, GI bleeding, at GI intolerance thd NSAID; Celecoxib 100-200 mg bid.
  • Disease Modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs) : Tambahan hidroklorokuin (200 mg bid) atau sulfasalazin (1000 mg bid atau tid) sering digunakan untuk penyakit ringan. Sulfasalazin digunakan pada pts dengan sinovitis aktif .
  • Terapi tambahan. • Acetaminophen untuk meredakan nyeri • Edukasi pasien lebih memperhatikan proteksi sendi • Terapi fisik untuk meningkatkan tonus otot dan menjaga full range of motion • Injeksi steroid intraartikuler. Jika penyakit oligoartikuler, injeksi preparat depo-kortikosteroid, seperti triamsinolon hexacetonide, dapat mengarah pada perpanjangan control penyakit local.

TERAPI RS SEDANG

  • NSAID + DMARDs. DMARDs : hidroklorokuin 200 mg bid, jika peny lebih ringan, atau sulfasalazin 1000 bid/tid jika peny. intermediate
  • Metotrexat (MTX) 7.5 mg/mgg. biasanya dipilih untuk terapi awal penyakit yang aktif. Kecuali untuk wanita hamil atau dengan peny. hati. Asam folat (1-2 mg/hr) atau asam folinic (2.5 – 5 mg /mgg, 8-12 jam stlh MTX) harus diberikan untuk mengurangi potensi toksisitas MTX.
  • Jika KI MTX, dapat diberi :
  1. Leflunomide sendiri
  2. Etanercept sendiri
  3. Adalimumab sendiri
  4. Infliximab sendiri
  5. Kombinasi hidroklorokuin & sulfasalazin
  6. Anakinra sendiri
  • Terapi Tambahan : Jika peny tetap aktif (sendi meradang) dan/atau NSAID menyebabkan toksisitas, pertimbangkan untuk mengganti NSAID, atau tambahkan prednisone (hingga 7.5 mg/hr) atau metilprednisolon intraartikular

TERAPI RA BERAT

A. NSAID, dosis penuh anti-inflamasi

B. DMARDs

  1. Pilihan pertama : MTX 7.5 mg/mgg, kecuali KI
  2. Asam folat, aturan seperti pada RA sedang
  3. Antisitokin terapi
  • Etanercept. Untuk RA berat awal, 10 – 25 mg 2x/mgg. KI untuk hamil, menyusui, pts dgn infeksi aktif
  • Infliximab. Umumnya kombinasi dgn MTX.
  • dalimumab.
  • Anakinra. Sendiri atau kombinasi dengan MTX. Jangan combine dgn terapi anti-TNF

C. Prednison. Jika pasien demam, toksik, atau mengalami penurunan fungsi, prednisone 5-20 mg/hr dapat ditambahkan pada terapi NSAID dan DMARD. Namun, sekali pts merespon dengan cukup baik, dosis harus diturunkan bertahap sampai kurang dari 10mg/hr (biasanya dalam 8-12 mgg).