Selulitis adalah infeksi dermis dan jaringan subkutan , sangat nyeri, eritema, dengan karakterisik hangat, edema, dan batas tidak tegas. Umumnya timbul di sekitar kulit yang luka, seperti luka operasi, trauma, infeksi tinea, atau ulserasi. Pasien dapat mengalami demam dan peningkatan leukosit. Paling sering mengenai tungkai dan jari-jari, diikuti oleh wajah, kaki, tangan, torso, leher, dan pantat.

Therapy empiric pada pasien tanpa diabetes :

  • Penisilinase-resisten penisilin : Dicloxacillin (Pathocil) 40mg/kg/hr dalam 4 dosis selama 7-12 hari; dewasa : 500 mg PO QID, atau
  • Cefalosforin generasi-I : Cephalexin (Keflex) 50 mg/kg/hr PO dalam 4 dosis terbagi, 7-10 hr; dewasa : 500 mg PO QID, atau
  • Amoxicillin-clavulanate (Augmentin) 500 mg tid atau 875 mg bid , 7-10 hari
  • Azithromycin (Zithromax) 500 mg pada hari 1, kemudian 250 mg PO qd, 4 hari
  • Eritromisin etilsuksinat 40 mg/kg/hr dlm 3 dosis terbagi, 7-10 hari; dewasa: 250-500 mg qid

Penyakit terbatas dapat diterapi per oral, tapi penyakit yang lebih luas membutuhkan terapi parenteral. Menandai batas tepi eritema dengan tinta membantu untuk mengikuti progresifitas atau regresi selulitis.

Terapi rawat jalan dengan injeksi ceftriakson (rocephin) memberi perlindungan 24 jam dan dpt menjadi pilihan bagi beberapa pasien selulitis.

http://www.mothergoonline.blogspot.com