Begitulah….

Tanggal 31 Maret 2009..saya datang ke Polres Ciamis diantar oleh mertua (sekalian antar mertua check-up ke RS–antar-mengantar) untuk memperoleh SIM C. Buat yang baru, bukan memperpanjang, karena SIM C ku sebelumnya sudah kadaluwarsa 5 tahun…wah kayaknya sudah tidak layak disebut kadaluarsa ya…lebih tepat disebut sudah membusuk😛

kabarnya, organisasi kepolisian sedang giat-giatnya melakukan operasi pembersihan preman dan calo di lingkungan dalam. jadi sekarang bikin SIM juga tidak bisa lewat jalur expresss..bayar sekian … 3 menit jadi. seperti yang sudah diketahui sebagai rahasia umum. rahasia, tapi semua orang tahu. Untuk memperoleh SIM, semuanya, tidak pandang bulu, harus lewat jalur resmi yang tentu saja biayanya jauh lebih murah. untuk buat yang baru Rp. 75.000, 00, untuk memperpanjang SIM Rp. 60.000, 00.

Wah kalau begitu, selamat untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia atas niat baiknya. semoga benar-benar terlaksana dan menjadi contoh untuk organisasi lainnya. meskipun mungkin akan menjadi sedikit lebih ribet kali yaaa…..

pertama-tama saya mendaftar ke loket pendaftaran. syarat pendaftaran waktu itu adalah :

  • surat keterangan sehat dari dokter (bisa bikin sendiri gak ya?)
  • bukti identifikasi sidik jari
  • foto copy KTP 2 lembar

jadilah saya belum bisa ikut ujian praktek, karena dua syarat pertama belum ada.

begitulah…kemudian saya pergi ke dokter yang ada di depan Polres untuk mendapat surat keterangan sehat, kemudian ke pos sidik jari untuk diperiksa sidik jari…plus kasih foto 4×6 dan 2×3 @ 1 lembar (tapi harus difoto di studio foto yang ada polres..foto yang saya bawa dari rumah tidak berlaku. kenapa ya? harus foto terbaru kali ya.. positive thinking mode : on)

selesai surat sehat dan sidik jari, berkas dibawa lagi ke pendaftaran. Tapi….ups…jam berapa ini? hari Selasa, jam 10.30 waktu Indonesia Barat..Kok pendaftaran sudah tutup???? Tulisan apa itu yang ada di jendela kaca ruang pendaftaran?

“Hari Selasa, 31 Maret 2009, Pendaftaran tutup jam 10.00 WIB karena akhir bulan, tutup buku”….oalaaahhhhh…. Maka buat Anda sekalian…jangan buat SIM di akhir bulan!!!!! Kecuali start pagi-pagi sekali dari rumah, nongkrongin ruang pendaftaran dibuka.

besoknya, tepatnya tadi pagi, saya datang lagi ke Polres, kali ini sendirian. Setelah mendaftar dengan persyaratan lengkap yang sudah didapat kemarin, saya mengikuti ujian teori. Dari rumah gak belajar, mikirnya..ah paling rambu-rambu yang dah sering dilihat di jalan. Ternyata, Sussssah bo!!! gak ngerti…. kalo kendaraan-kendaraan dari semua sudut persimpangan berpapasan,tanpa lampu merah,  siapa yang duluan lewat, siapa yang harus nunggu? … em en ka te ha???? meneketehe??? kalo menurut saya mah, ya siapa aja yang lebih tua duluan lewat…hehe

tak disangka tak dinyana tak diduga, dari 30 soal, betul 18 soal. Jyaaaaa pas-pasan banget..karena kabarnya syarat lulus yaitu betul 60% dari seluruh jumlah soal. tepat sasaran kalau begitu…pas 60% . hehe..ketahuan deh ilmu lalu lintasku….

setelah lulus ujian teori (Alhamdulillah), kemudian ujian praktek nih…jreng..jrengggg

tadi itu, saya dipanggil ujian praktek bersama 6 orang lainnya yang semuanya laki-laki. stress juga..jadi inget dulu waktu SMA, ikut ujian merpati putih dasar-1, perempuan cuma sendiri dan cuma satu-satunya yang gagal m’belah itu betako..aaahhhh maluuuuu….kali ini gimana ya nasib jadi srikandi sendirian???

ujian praktek dengan menggunakan motor bebek (gawat, dah kebiasaan pake matic… lupa-lupa inget nih..  v.v) yang disediakan Polres, pake helm standard (katanya kalau punya helm yang “batok” atau yang buat atlet sepeda, pake untuk goreng tahu aja…loh..emang bisa ?? ^.^). Satu orang polisi memberi contoh dengan gesitnya, membuat lingkaran, masuk ke jalan sempit yang dibatasi dua pilar, membentuk angka 8 dengan jalan sempit tadi sebagai pusat angka 8-nya, trus membentuk zig-zag yang dibatasi oleh pilar-pilar sempit, kemudian terakhir melewati jalan yang dibentuk oleh 2 papan dengan lebat yang cuma cukup untuk satu ban motor… v.v Anda gagal jika :

  1. salah satu (apallagi kedua) kaki menyentuh aspal…harus stay chun di pedal motor dua-duanya.
  2. jika ada pilar yang jatuh kesenggol

pegimane neh ???? gak bisa agak dilebarin tuh jarak-jaraknya???

Anda semua ingin tahu hasilnya??? kami bertujuh???? kami bertujuh….

GAGAL SEMUA!!!!!

waaaa…wa…wawawa……GAGAL TOTALLLL….wkwkwkwk. setidaknya saya perempuan tidak memalukan, yang laki-laki pun gagal semuaaa…kacawwwwww banget kelompok kami.

peserta pertama gagal karena gak bikin angka 8, habis muter langsung zig-zag, jatuh pula kakinya karena ada mobil kapolres lewat…hihi. Peserta pertama, belum hafal lintasan.

peserta kedua gagal karena kaki menyentuh aspal sesaat setelah ambil start.

peserta ketiga gagal karena menyenggol satu pilar saat melewati jalur sempit

peserta keempat sama dengan peserta ketiga

peserta kelima sama dengan yang pertama, gak buat angka 8, langsung ngacir ke zig-zag…

peserta keenam, nyenggol pilar di lintasan zig-zag

peserta ke tujuh alias saya, gagal karena pas ngegas motor yang sedang ber-gigi 1 motornya “ngagajlok” (apa ya bhs Nasionalnya?) trus maju tak terkendali, sehingga tak karu-karuan dalam membentuk lingkaran, oleng kiri-kanan dan akhirnya kaki saya menyentuh aspal tanpa bisa menyelesaikan setengah lingkaran pun….memalukan!!!!!!! ternyata tetap memalukan…:((

akhirnya kami semua harus kembali 14 hari kemudian (v.v) sampai jumpa Pak Polisi :((

kejadian hari ini telah ikut menyusun mozaik kehidupanku.

banner dini-shanti 2 468x60 Pictures, Images and Photos