10 hari lagi adalah ulang tahun yang pertama buat Zahra, anakku tercinta. Senangnya, menjelang ulang tahun pertamanya Zahra sudah mulai jalan, sudah lumayan jauh, dari ujung ke ujung kamar. Tapi ada satu hal yg akhir2 ini bikin saya agak khawatir, Zahra sedang melakukan GTM alias Gerakan Tutup Mulut alias gak mau makan. Dari umur 10 bln mulai susah makan, tp makin hari makin mengkhawatirkan, sampai pernah seharian cuma ASI saja yang masuk. Yang ada di pikiran saya, “Apa kebutuhan nutrisinya terpenuhi?”

Alhamdulillah, sampai menjelang umur 1 tahun, Zahra masih minum ASI, sambil sesekali dikenalin sama susu UHT. Se-isep dua-isep. Rencana nanti setelah umur 1 tahun mau dikasih susu UHT, nggak susu formula or susu bubuk lainnya. Dapat info yang cukup jelas dan meyakinkan dari para ibu cerdas di milist asiforbaby kalau susu UHT lebih baik dari susu bubuk . Tapi, kembali ke masalah GTM, kalau ASI saja kan nggak cukup ya buat Zahra yang lagi aktif-aktifnya belajar jalan. Secara, sejak usia 6 bulan saja sudah harus dikasih makanan pendamping ASI, sedangkan Zahra sudah mau 1 tahun!?? Semakin cemas..semakin cemas.. saya mulai cari-cari bahan rujukan. Bongkar-bongkar koleksi buku pribadi dan broswing-browsing di internet.

Barusan saja saya menemukan sebuah buku yg sebenarnya sudah dibeli sejak Zahra belum lahir, buku “Tata Cara Mengasuh Anak Usia 3 tahun Pertama” karya Gina Ford. Dulu saya beli buku ini karena ada iming-iming “Best-Seller International” di jilid depan bukunya..hehe… dan setelah dibaca, ternyata isinya memang bagus kok. Bolak-balik halaman, dan..ketemu!!! halaman tentang “Perang terhadap makanan”.

Untuk moms or dads yang sama-sama lagi didemo sama babynya yang melakukan GTM, berikut saya copy-paste kan isi buku tersebut. Semoga bisa membantu.

Perang terhadap makanan

Selama tahun pertama, seorang bayi akan tumbuh dengan cepat, dan sebagian bayi akan mengalami peningkatan tinggi badan hingga mencapai sekitar 50% dan peningkatan berat badan hingga tiga kali lipat saat mereka merayakan ulang tahun pertama. Pada tahun kedua, pertumbuhan tersebut akan cenderung melambat dan seringkali ada penurunan yang tajam dalam nafsu makannya. Elizabeth Morse dalam bukunya My Child Won’t Eat menyatakan, “jika seorang anak terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhannya selama tahun pertama, maka pada usia sepuluh tahun ia akan mencapai tinggi badan hingga 29 meter dan berat badan hingga 200 ton”. Sayangnya, sebagian besar orangtua tidak menyadari bahwa penurunan nafsu makan pada anak-anak sebenarnya merupakan hal yang normal. Sehingga mereka menjadi cemas kalau-kalau sang anak tidak cukup makan dan seringkali terpaksa menyuapi sang anak dengan harapan hal tersebut akan mengembalikan nafsu makannya seperti sedia kala (kesindir nih, v.v hehe :p). Dan sayangnya lagi, pemaksaan orangtua agar anak mereka bersedia untuk makan lebih bnyak justru akan melahirkan efek yang berlawanan dan mengakibatkan apa yang disebut oleh para ahli perawatan anak dengan istilah “perang terhadap makanan”. Jam-jam makan dengan cepat akan berubah menjadi “medan perang”, dengan munculnya tangisan sang anak ketika orangtua memaksanya untuk makan satu sendok lagi. Jika anda ingin menghindari masalah makan yang sedemikian pada anak anda, atau jika ia justru sudah mengalaminya, maka penting sekali artinya baagi anda untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ia butuhkan demi sebuah makanan yang sehat dan seimbang. Hal ini akan membantu anda menghindari “perang terhadap makanan” serta sikap rewel anak anda menyangkut makan dan akan mendorong perilaku makan sehat untuk jangka panjang.

Mendorong perilaku makan yang baik

Jam-jam makan seharusnya menjadi sebuah peristiwa yang menyenangkan dan santai. Akan tetapi, dalam kasus anak yang berusia di bawah dua tahun, sangat tidak adil jika anda berharap mereka bisa makan tanpa kekacauan pada tingkatan-tingkatan tertentu. Pada tahap ini, sepanjang anak anda makan dengan baik dan menikmati makanannya, ada baiknya anda tidak memberikan komentar tentang cara makannya yang berantakan dan kekacauan yang ia ciptakan. Bagaimanapun juga, ketika ia mulai memainkan makanannya dan melemparkannya ke lantai, ada baiknya jika anda berasumsi bahwa ia sedang tidak lapar dan segera mengambil piring makannya.

Memaksa seorang anak untuk makan ketika ia tak benar-benar lapar hanya akan menciptakan sebuah masalah yang sangat serius. Hal ini bisa dihindari jika anda mampu memastikan bahwa asupan makanan dan minuman harian anak anda sudah terstruktur dengan baik. Seorang aak yang terlalu lelah, atau terlalu lapar, akan menunjukkan reaksi yang sama seperti bayi yang terlalu lelah dan terlalu lapar – ia tidak mampu makan dengan baik. Oleh karena itu, tetap konsisten dengan jam-jam makan merupakan hal yang sangat penting. Dalam pengalaman saya, makan pagi harus sudah selesai sebelum jam 8 pagi, sehingga anak siap untuk makan siang dengan baik di sekitar jam 12 siang, dan akhirnya maka sore yang tidak lebih dari jam 5 sore. Makanan ringan harus selalu diberikan di antara jam-jam makan utama, karena bahkan jumlah makanan dan minuman yang paling kecil sekali pun sangat mungkin akan menghhilangkan nafsu makannya (dengan kata lain, makanan tingan yang terlalu berdekatan dengan jam makan utama akan membuat anak menolak untuk menikmati makanan utama – ed). Seorang anak yang menikmati sarapan sekitar jam 7.30 pagi, seharusnya diberikan makanan ringan dan minuman di pertengahan pagi antara jam 9.30 hingga jam 10 pagi, serta makanan ringan dan minuman di pertengahan siang tidak lebih dari jam 3 sore.

Sebuah contoh menu yang baik bagi anak berusia 18 bulan akan tampak dalam bentuk berikut ini:

Sarapan jam 7.30 – 8 pagi

1 gelas susu alami full-fat

50 g sereal dalam susu dan buah yang dipotong-potong

Seporsi kecil yoghurt alami

Sepotong kecil roti panggang dengan mentega

Pertengahan pagi 9.30 – 10 pagi

1 gelas jus yang halus atau air putih

1 potong kecil buah

Makan siang jam 12 siang

50 g daging ayam atau daging ikan putih

2 brokoli kecil atau kembang kol

½ wortel yang dipotong-potong atau 1 jagung muda

1 sendok makan kacang polong

1 gelas jus yang halus atau air putih

Pertengahan siang jam 3 sore

1 gelas jus yang halus atau air putih

1 potong kecil buah, kue beras, atau kue biasa

Makan sore jam 5 sore

Pasta ditambah satu sendok makan sayur yang dicampur dengan saus

1 apel yang dipotong-potong ditambah yoghurt atau keju

1 gelas kecil susu, jus yang halus, atau air putih

Sebelum tidur jam 7 – 7.30 malam

1 gelas susu alami full fat

Sangat penting : jus buah harus dibuat dengan sangat halus dan sebaiknya diberikan pada jam makan mengingat hal ini akan mengurangi kemungkinan kerusakan gigi pada anak anda. Cobalah untuk membatasi jus untuk tidak lebih dari dua gelas per hari.

Menolak makan

Sangatlah vital bahwa jam-jam makan anak anda tidak berubah menjadi sebuah medan perang keinginan. Bagaimana cara anda dalam menghadapi masalah pemberian makan pada tahapan ini, sangat mungkin akan mempengaruhi perilaku makan anak anda sepanjang hidupnya. Dalam pengalaman saya, anak yang mengalami tahapan “rewel” dan terus menerus dibujuk, disogok, atau dipaksa makan dengan sendok, hampir semuanya akan mengalami masalah makan jangka panjang.

Jika anda khawatir kalau-kalau anak anda tidan mengkonsumsi cukup makanan, maka ada baiknya jika anda membuat sebuah catatan harian tentang makanannya selama seminggu. Catatlah semua makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta jam-jam makannya setiap hari. Karena nafsu makan seorang anak sangat mungkin akan bervariasi dari hari ke hari, sangatlah penting bagi anda untuk menghitung keseluruhan asupan makanan anak anda selama saru minggu. Sebagian besar orangtua, yang menggunakan catatan harian yang sedemikian hanya dalam kurun beberapa hari, menemukan sebuah fakta bahwa jumlah asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak mereka sudah memenuhi semua kebutuhan nutrisinya dalam seminggu. Namun, jika asupan makanan harian anak anda benar-benar lebih sedikit dibanding jumlah yang direkomendasikan, ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter atau konsultan keshatah keluarga anda.

Berikut ini saya mencantumkan beberapa sebab umum terjadinya penolakan makan pada anak-anak, serta beberapa panduan yang akan mendorong perilaku makan yang baik dan akan membantu menghindari masalah makan jangka panjang.

· Minum susu dalam julah yang berlebihan bisa menjadi sebab utama seorang anak menolah untuk makan. Mereka membutuhkan susu dalam jumlah minimal 350 ml dan maksimal 600 ml, per hari (termasuk susu yang digunakan dalam makanan). Penggunaan botol harus dihentikan saat anak sudah berusia satu tahun, dan semua pemberian susu harus menggunakan gelas atau cangkir.

· Jus buah yang diberikan tepat sebelum makan, atau satu jam sebelum makan, bisa mengurangi nafsu makan anak. Dorong anak anda untuk menghabiskan setengah dari makanannya sebelum anda memberinya jus tersebut. Jika menungkinkan, cobalah untuk memberi anak anda minuman air putih di antara jam-jam makan utama. Jika anda harus memberikan jus, pastikan jus tersebut adalah jus yang sangat halus, dan diberikan paling tidak dua jam sebeluam jam makan.

· Ada beberapa produk makanan terkenal yang memiliki kadar gula yang sangat tinggi, terkadang mencapai 24,5 g dalam setiap kemasan yang berukuran 100 g. Gula seringkali merupakan unsur terbesar kedua dalam makanan kemasan tersebut. Anak-anak dengan mudah bisa menjadi ketagihan terhadapnya, dan jika diberikan cukup sering kepada anak-anak, mereka dengan mudah akan kehilangan nafsu makannya terhadap makanan lain.

· Cobalah untuk memberinya ragam makanan berbeda dalam jumlah kecil, ketimbang satu atau dua macam makanan dengan jumlah yang besar. Misalnya, ikan dengan jumlah kecil wortel, bunga kol, kacang polong, dan kentang, kemungkinan akan lebih menstimulasi citra rasa anak ketimbang ikan dengan wortel dan kentang saja. Dengan menawarkan serangkaian pilihan makanan kesukaannya, anda bisa mendorongnya untuk, paling tidak, mencoba beberapa makanan dari pilihan-pilihan tersebut

· Ada baiknya jika anda menyajikan protein utama bagi anak anda pada jam makan siang, sehingga ketika ia menjadi rewel dan lelah di siang hari, anda bisa sedikit lebih tenang kerena ia sudah menerima sebuah makan siang yang baik dan anda bisa lebih santai pada jam makan sore. Kemudian anda bisa memberikannya makanan yang cepat dan mudah dibuat, seperti pasta atau kentang bakar dengan isi, atau sup kental dengan sandwich.

· Ciptakan jadwal jam makan utama dan jam makanan ringan pada waktu-waktu tertentu dan pertahankan jadwal tersebut. Jika dalam 30 menit anak anda tidak menunjukkan minat untuk makan, singkirkan makanan tanpa memberikan komentar apa pun tentang penurunan nafsu makannya. Akan tetapi, ia tetap tidak boleh diizinkan untuk makan atau minum sampai jadwal makan selanjutnya. Idealnya, harus ada jarak dua jam antara jam makan utama dengan jam makanan ringan.

· Memberikan jumlah makanan ringan kurang dari dua jam sebelum jam makan utama, apapun jenisnya dan dalam jumlah yang kecil sekalipun, akan mampu mempengaruhi nafsu makan sang anak. Makanan yang membutuhkan proses pencernaan yang lama juga kemungkinan besar akan menghilangkan selera mekannya.

· Hindari pemberian puding atau manisan terhadap anak anda sebagai insentif untuk menghabiskan makanannya. Karena hal tersebut hanya akan membuatnya berfikir bahwa makanan itu bukan makanan yang baik, sehingga anda harus menyogoknya untuk menghabiskan makanan tersebut. Sebaliknya, berikan aneka pilihan buah segar, keju dan kue, atau yoghurt yang dicampur dengan pasta buah segar.

· Cobalah untuk menghindari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatiannya pada jam makan, seperti membacakan dongeng atau bermain tebak-tebakan. Perlu juga anda ingat bahwa setiap kali anda berbicara pada anak anda, maka ia akan merasa perlu untuk menjawab. Oleh karena itu, berhati-hatilah agar anda tidak terjebak dalam percakapan panjang dengannya sebelum ia berhasil menghabiskan hampir seluruh makanannya.

Mau coba deh untuk Zahra. Dan untuk anda sekalian, Selamat berbahagia dengan anak anda di saat jam makan!