Selesai kuliah, selesai koas, lulus kompetensi, dapat STR. Terus mau kemana? Mungkin beberapa TS yang baru lulus sama bingungnya dengan saya.  Sejak PTT tidak diwajibkan, selain mengambil PTT , beberapa TS ada yang memilih langsung sekolah lagi, kerja di klinik-klinik atau kalau beruntung bisa diterima di rumah sakit, atau ada yang langsung ingin buka praktek mandiri.

setelah sempat ikut-ikut kerja di klinik, saya berpikir untuk mencoba buka praktek mandiri. Dan karena ada beberapa teman yang menanyakan prosesnya, saya pikir ada baiknya saya berbagi di blog ini mengenai proses untuk membuka praktek dokter mandiri. Agar bisa digunakan sebagai bayangan bagi TS yang lain yang ingin segera buka praktek mandiri di rumah, atau di ruko, dll.

proses yang saya jalani di kota kabupaten tempat saya akan praktek adalah sbb :

1. melapor ke Dinas Kesehatan Kota setempat utuk mendapat surat bukti lapor

2. melapor ke kepala puskesmas wilayah kerja yang bersangkutan untuk mendapat surat rekomendasi dari kepala puskesmas

3. Melapor ke IDI setempat untuk daftar sebagai anggota IDI dan untuk mendapatkan surat rekomendasi dari organisasi profesi, yakni IDI

4. setelah surat rekomendasi dari IDI keluar, seluruh berkas diajukan ke BPPT untuk mendapatkan SIP

5. setelah mendapat SIP, TS bisa langsung buka praktek!

tampak singkat dan mudah, tapi pada kenyataannya, di tempat saya agak lama jadinya. lama tertahan di IDI. kenapa ya? padahal semua syarat sudah ada di dalam berkas. Menurut saya IDI-lah sebagai organisasi profesi yang seharusnya menjadi naungan bagi anggotanya, tapi kok malah yang lama di bagian ini ya..??? dah mau 1 bulan nih. hehe… di bagian lain bisa sehari selesai. Padahal ketua IDI dan ketua DKK yang saya temui sudah melihat seluruh berkas dan menyetujui pengajuan lokasi dan ijin praktek. Ketahan dimana ya? biasa banget deh Indonesia. yah..jadi curhat…ixixixixi

tinggal selangkah lagi…tapi bagaikan menunggu ada onta lewat depan rumah… v.v dan akhirnya banyak waktu terbuang percuma. Tapi ya begitulah prosesnya, dan eits jangan kecewa sebelum melangkah, ada juga TS yang cerita SIP nya keluar cuma dalam waktu 3 hari. mantap!!! tinggal menilai, pemerintah kota mana yang lebih gesit??! hehehe..peace!!!

setelah dapat rekomendasi dari puskesmas dan IDI setempat, berikut berkas-berkas yang harus disiapin untuk diserahkan ke BPPT:

  • Photo copy ijazah terakhir;
  • Photo copy KTP setempat yang masih berlaku;
  • Photo copy Surat Tanda Registrasi (STR);
  • Surat Rekomendasi dari Kepala UPTD Puskesmas setempat;
  • Surat Rekomendasi dari organisasi profesi tempat domisili tenaga medis yang menyatakan antara lain kemampuan fisik dan mental yang didasarkan atas keterangan dokter, memiliki kemampuan keilmuan dan keterampilan klinis dalam bidang profesi yang didasarkan atas perolehan angka kredit dalam pendidikan kedokteran berkelanjutan serta memiliki moralitas dan etika yang baik untuk melakukan tugas sesuai dengan kode etik profesinya. Dalam hal keanggotaan organisasi profesi bukan berdasarkan domisili, maka pemberian rekomendasi oleh organisasi profesi disesuaikan dengan ketentuan organisasi profesi yang bersangkutan.
  • Surat pengantar dari organisasi profesi dimana tenaga medis melakukan praktek;
  • Pas photo ukuran 4 x 6 sebanyak 3 (tiga) lembar dan 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar
  • Map snelhekter plastik warna kuning sebanyak 1 (satu) buah